kampoengdolanan.or.id, Roadshow Bali Paradise masih tetap berlanjut, pada kesempatan kali ini kami seluruh komunitas yang terdiri dari Sekolah Pantomim Nusantara, Badala Nusantara, Trip for Education dan Kampoeng Dolanan melanjutkan perjalanan di kawasan Bangli, tepatnya di Pasraman Gurukula. Pasraman Gurukula merupakan Pondok Pesantren tapi untuk masyarakat yang beragama Hindu.

Kami yang mayoritas muslim diberi kesempatan untuk bisa bersilaturrahim disana. Aktivitasnya ya tetap, ada permainan tradisional sebagai pengenalan budaya agar melestarikan kearifan lokal dan seni berpantomim yakni belajar peran. Dua aktivitas yang terus menerus menjadi rutinitas ketika pelaksanaan Roadshow Bali Paradise. Nah, kali ini tidak membahas tentang itu. Poin pembahasan pada tulisan ini adalah terkait toleransi kemanusiaan antara muslim dan hindu di Pasraman Gurukula.

Ketika kami datang, mereka tidak menanyakan agamamu apa dan dari mana kamu berasal. Kata pertama yang terdengar oleh tim adalah “Silakan masuk”. Kami diterima dengan ramah, jika mungkin kita ingat ada kejadian bom bali pada beberapa tahun silam mungkin bisa jadi kalau masyarakat Bali trauma terhadap masyarakat Jawa, kami akan ditolak. Namun, itu tidak terjadi. Mereka sangat ramah hingga mempersilakan kami masuk.

Area Pasraman Gurukula sangat luas sekali. Terdiri dari berbagai macam tempat dan ruang, semuaa orang yang ada disana menyapa kami dengan ramah tanpa terkecuali. Bahkan, hal yang sederhana ketika ada salah satu diantara kami ingin ke toilet. Kami diantarkan dan ditunggu hingga akhirnya kembali lagi pada pos semula. Keindahan-keindahan ini yang mungkin jarang sekali ditemui.

Kami juga ada kesempatan untuk berbicara dengan Pengasuh Pasraman Gurukula. Beliau menuturkan “kami pernah singgah juga ke pondok lirboyo (kediri), di jakarta, jogja dan lain sebagainya. Sangat akrab dan sangat hangat persaudaraan kami”, ucap I Wayan Arsada, S.Pd. M.Pd selaku Ketua Yayasan Pasraman Gurukula Bangli. Betapa bahagianya kami bisa mengetahui toleransi yang begitu tinggi hanya bermodalkan pendekatan melalui permainan tradisional dan seni berpantomim.