TENTANG KAMI

Pada halaman ini akan menceritakan tentang sejarah, latar belakang, visi-misi dan lain sebagainya yang lebih detail.

|||   Kampoeng Dolanan Berbicara   |||

Anak-anak tidak bermain permainan tradisional bukan karena mereka tidak tertarik melainkan karena mereka belum teredukasi dengan permainan tradisional.

Lantas, kapan kamu mulai mengedukasi permainan tradisional kepada mereka ?

20451893_1453526868047025_2748191742683496046_o

Bermain yang tak main-main

Tentang Kami

Setiap waktu adalah bermain dan dalam bermain kita belajar karena permainan bukan hanya sekedar bermain

Bermula dari masalah komunikasi antara mahasiswa dengan dosen yang tidak beretika, Si Dosen meluapkan amarahnya melalui media sosial. Namun tak tersampaikan kepada mahasiswanya.

Nah, saat itu langsung menganalogikan dengan sebuah kondisi di kampung. Ada arya dan dimas, si arya manggil dimas yang lagi di dalam rumah. Dipanggil sampai 10 kali tidak keluar juga, saking emosinya, ia mengeluarkan umpatan dan didengar oleh warga sekitar.

Lalu si arya langsung  ditegur oleh warga sekitar "heh, nggak boleh bilang begitu, yang sopan dengan orang", dari situlah berkesimpulan "Lhoh, sebelum mengajak orang untuk bermain ada etikanya lhoo, apalagi dalam sebuah permainan"

Ah, sudahlah. Pokoknya bikin dulu aja, pasti ini ada hal2 baik yang perlu ditularkan dengan pendalaman aktivitas atau kegiatan saat menjalankannya nanti.

Tercetus pada tanggal 13 Desember 2016 di Surabaya.

Gagasan ini muncul ketika adanya kepengurusan karang taruna (kartar) yang baru di Kampung Kenjeran IV-C, Simokerto, Surabaya. Pada masa itu, membuat ide kampung tematik berbasis permainan tradisional.

Namun ada rasa pesimis dan tidak yakin bahwa ide tersebut dapat terlaksana. Salah satu cara meyakinkan mereka adalah dengan cara mencarikan relawan untuk partner mendidik kartar dan sekaligus untuk berkegiatan di luar kampung dalam mengenalkan permainan tradisional.

Pada tahun 2017, akhirnya ada lebih dari 100 orang yang mendaftar sebagai relawan kampoeng dolanan yang kita kenal sebagai Relawan KD Batch 1. Inilah cikal bakal kampoeng dolanan bergerak keluar yang lebih luas, khususnya Surabaya dan umumnya Indonesia bahkan luar negeri.

Sejak pertama kali didirikan tanggal 13 Desember 2016, kampoeng dolanan menangkap masalah utama terkait sepinya anak-anak bermain permaina tradisional.

Hal itulah yang menjadi fokus kegiatan kampoeng dolanan yaitu melakukan sosialisasi permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak.  Pada selanjutnya kegiatan tersebut bernama Kampoeng Dolanan Roadshow (KD Roadshow).

Agar semakin bertumbuh dan berkembang secara kegiatan, kampoeng dolanan mencari relawan. Responnya luar biasa, lebih dari 1.000 orang yang mendaftar sebagai relawan. Tentu benar, semakin banyak SDM yang didapat semakin mudah untuk memberikan dampak kepada masyarakat dalam hal mengenalkan permainan tradisional.

Kini, kampoeng dolanan mempunyai beragam program di berbagai bidang mulai dari Pendidikan, Seni, Budaya, Ekonomi, Pemberdayaan, Sociopreneur, Kreatif, Media dan Jurnalistik.

Kegiatan pertama yang dilakukan kampoeng dolanan dalam mengenalkan permainan tradisional saat Car Free Day di Jalan Tunjungan setiap minggu pagi.

Berulang kali mengadakan kegiatan disana, sangat rutin, tiap minggu selalu hadir untuk mengenalkan permainan tradisional kepada pengunjung CFD Tunjungan.

Berulang kali juga diusir oleh petugas di lapangan. Pengalaman seru ini terjadi, pemandangannya sangat menarik. Para pengunjung yang merasakan manfaat dari kehadiran kampoeng dolanan justru melakukan pembelaan.

Terusir lima kali dan di kejadian pengusiran itu malah menguatkan untuk menetapkan kegiatan disana. Semakin diusir semakin menguatkan diri untuk berkegiatan rutin disana. Hasilnya malah kampoeng dolanan diberi keleluasaan untuk berkegiatan di sepanjang CFD Tunjungan.

Sejak tahun 2016, kampoeng dolanan telah mencari relawan dan rutin setiap tahun mencari relawan. Tiap tahun mendapatkan relawan berjumlah 100 orang. Jika ditotal para pendaftar ini telah mencapai jumlah ribuan. Ini pertanda bahwa banyak sekali relawan yang ingin melestarikan budaya permainan tradisional.

Namun dengan keterbatasan mengayomi relawan secara keseluruhan, maka tak semuanya diterima oleh kampoeng dolanan. Jadi, dari ribuan pendaftar itu hanya tercatat 300 orang yang telah berkontribusi bersama kampoeng dolanan dalam pelestarian permainan tradisional sebagai warisan budaya yang perlu ditularkan ke anak cucu.

Kehadiran relawan menjadi sumbu api semangat gerak komunitas dalam mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat. Tak disangka, adanya relawan telah berhasil mengenalkan permainan tradisoinal ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, bahkan sampai di dataran sumatera hingga luar negeri seperti singapura, malaysia dan taiwan.

Hampir semua kegiatan di kampoeng dolanan itu berkesan. Namun jika dipilih diantara semua kegiatan, ada beberapa hal yang begitu membuat kesan berarti hingga sekarang :

1. Pengusiraan kampoeng dolanan dari CFD Tunjungan dengan alasan merusak pemandangan, saat itu malah semakin menguatkan diri untuk tetap berkegiatan sampai akhirnya semua area jalan tunjungan boleh dipake oleh kampoeng dolanan.

2. Roadshow 1000 km, inilah yang mengawali untuk keliling berbagai daerah dan luar negeri hingga sekarang. Roadshow 1000 km ditempuh dengan menggunakan sepeda motor selama 7 hari dengan tujuan Banyuwangi dan Bali. Sementara itu, di Bali tidak ada jejaring sama sekali. Benar-benar mandiri, datang asal datang namun menjadi jembatan untuk rutin berkegiatan di bali selama setahun sekali.

3. Roadshow kebencanaan di Lombok, sebuah kejutan. Gempa lombok terjadi, dataran lombok lumpuh, saat itu berharap ingin segera kesana menghibur anak-anak. Cling, tak lama. Hanya 1 menit kemudian direspon oleh lembaga sosial untuk memberangkatkan diri kesana. Alhasil, bisa berangkat ke lokasi dan bermain bersama anak-anak.

4. Roadshow Lintas Provinsi, dilakukan saat pandemi dengan tujuan Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Dilalui selama 7 hari dengan menggunakan sepeda motor seorang diri. Mengingap yang tak tentu, pindah sana pindah sini tapi mendapat jejaring yang luas.

5. Roadshow Keliling Jawa, dilakukan pada tahun 2020 dengan menggunakan sepeda motor seorang diri selama 19 hari. Melakukan pengenalan permainan tradisional dengan rute berangkat jalur utara dan pulangnya melalui jalur selatan. Berhasil masuk ke kawasan suku baduy. Berjumpa dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, hadir di STKIP Setia Budhi, melewati Jakarta dengan mudah, melewati kawasan pemukiman yang isinya adlaah eks kriminal dana kriminal, berbagai tempat lain yang tak bisa disebutkan satu per satu. Sempat merasakan sakit saat perjalanan tapi semuanya selesai dalam 19 hari dan kembali di Surabaya dengan selamat juga.

Dalam bermain permainan tradisional, ada makna yang mendalam tentang pembudayaan sikap. Jika sejak awal kita berlaku jujur maka di masa yang akan datang kita menjadi orang yang jujur. Begitu pula sebaliknya.

Aktivitas

Merawat Budaya Menjaga Asa Permainan Tradisional

Sebuah budaya akan terawat jika ada yang merawat, cara merawatnya adalah dengan cara uri-uri budaya. Sudahkah kita melakukan ? Kalau belum, ayo dilakukan bersama.

Mendata Dolanan

Melakukan pendataan tentang permainan tradisional

Bikin Dolanan

Membuat dolanan baru dengan nilai-nilai permainan tradisional

Riset Dolanan

Melakukan penelitian dengan akademisi sekolah dan kampus

Workshop Dolanan

Membuat permainan tradisional yang dikaryakan bersama

Jualan Dolanan

Jual permainan tradisional dengan konsep sociopreneur

Outbound Dolanan

Kegiatan outbound yang bertemakan permainan tradisional.
Testimoni

Kami sangat senang akan respon positif dari tokoh, artis, hingga pemerintah / kementrian

Kehadiran kampoeng dolanan diakui oleh para tokoh masyarakat nasional, artis, kepala sekolah hingga pemerintah. Hal ini menjadi penyemangat kampoeng dolanan untuk tetap terus mengedukasi permainan tradisional kepada masyarakat.

|||   Kampoeng Dolanan Grup   |||

Ingin mengundang Kampoeng Dolanan di tempatmu ? atau Ingin membeli dolanan jadul ? Gampang, Tinggal klik aja !