Kampoeng Dolanan di Suramadu

Enam bulan lamanya pandami covid ini membersamai negeri tercinta Republik Indonesia, termasuk kota Surabaya. Pandemi juga menyebabkan aktivitas-aktivitas kampoeng dolanan terhenti selama enam bulan lamanya. Aktivitas yang terhenti itu adalah mengedukasi masyarakat secara langsung dan mengajak persuasif untuk bertatap muka. Ini dirasakan oleh banyak pihak, bukan hanya kampoeng dolanan.

Kemarin (20/10/2020), di hari Minggu kampoeng dolanan mencoba untuk berkunjung ke tempat umum lagi. Lokasi yang dipilih adalah lokasi yang biasanya digunakan untuk masyarakat Surabaya berolahraga. Tepat di samping Jembatan Nasional Suramadu. Di samping jembatan terpanjang di Indonesia ini ada sebuah lapangan yang dekat dengan bibir Selat Madura. Sudah beberapa kali kami ngecek di lokasi tersebut dan ternyata cukup ramai juga apalagi di hari Sabtu dan Minggu. Ramai pula orang yang berolahraga.

Itulah yang menjadi alasan kami untuk memilih lapangan Suramadu sebagai tempat roadshow. Ada dua permainan yang kami bawa yakni Egrang Bambu dan Hulahop. Untuk egrang bambu kami mainkan dari area parkir sepeda motor dan berhenti di tengah-tengah lapangan. Sementara permainan hulahop sudah kami upload di youtube. SIlakan cek disini. Di area sini terdapat banyak orang yang sedang asyik bermain dan berolahraga. Rata-rata yang berada di lapangan adalah bermain layangan.

Layangan kini menjadi permainan favorit untuk masyarakat di era pandemi. Menurut Kang Dal Jannety, pegiat dan pengrajin layangan dari Bandung, Jawa Barat ini mengatakan bahwa layangan menjadi salah satu permainan yang digemari oleh masyarakat di era pandemi. “Setiap minggu di berbagai tempat selalu ada turnamen aduan”, kata kang dal. Tak jarang juga kang dal selalu mengirim atau mempublikasikan poster turnamen layang-layang dan share kegiatan layang-layang yang ada di Indonesia dengan jejaringnya. Di sosial medianya pun juga selalu share hasil karyanya dalam membuat layangan.

Nah, balik lagi di lapangan Suramadu yang banyak sekali orang bermain layangan, layangan yang dimainkan adalah layangan sawangan (bahasa untuk daerah Surabaya dan sekitarnya). Layang-layang ini masuk kategori layangan hias. Biasanya layangan sawangan ini yang paling khas adalah di bunyi dari layangan tersebut. Ketika layangan tersebut bermanuver ke kanan atau ke kiri juga sebagai tanda bahwa layangan lagi oleng kapten. Si pemain harus fokus ke layangan sawangan saat berbunyi. Biasanya langsung dihandling oleh pemain. Tak hanya layangan sawangan yang ada disana. Ada juga layangan hias bergambar burung hantu, burung gagak, layangan burung yang berekor panjang dan lain-lain. (cm)