Selayang Pandang

Kampoeng Dolanan dibentuk di Surabaya pada tanggal 13 Desember 2016 yang berlokasi di Jalan Kenjeran Gang IV-C RT.04 RW.02 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Surabaya. Lokasi ini berada di tanah PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sudah tinggal disana selama berpuluh-puluh tahun. Permainan tradisional sudah menjadi aktivitas yang sering dilakukan di kalangan anak-anak di lokasi tersebut. Di kampoeng ada penggeraknya yakni karang taruna sedangkan untuk di luar kampoeng penggeraknya sudah berbeda lagi, yakni para relawan kampoeng dolanan yang didapat dari para pemuda yang peduli dengan sebuah pelestarian permainan tradisional.

 

Perkembangan Relawan

Pada awal tahun 2017, Kampoeng Dolanan mencari relawan untuk menggiatkan permainan tradisional di Indonesia. Proses tersebut sudah dilakukan hingga mendapatkan pendaftar melebihi dari 100 orang. Bahkan ada pendaftar juga dari luar kota surabaya untuk bergabung dengan kampoeng dolanan. Ketertarikan masyarakat untuk bernostalgia dengan permainan tradisional ternyata tinggi terbukti dari antusiasme pendaftar (penggerak) untuk mengaktifkan kembali permainan tradisional.

Saat mendekati akhir tahun 2017, kampoeng dolanan juga mencari relawan baru dengan jumlah sebanyak 2 kali. Yang pertama untuk kegiatan besar dari kampoeng dolanan bernama Festival Kampoeng Dolanan dan yang kedua untuk mencari Kampoeng Dolanan Batch 2. Dari perjalanan ini ternyata antusiasmenya juga tinggi, lebih dari 150 orang yang ingin bergabung dengan kampoeng dolanan.

Memasuki tahun 2018, masih dengan sdm yang baru di akhir tahun 2017 sampai pada akhirnya mencapai bulan juni untuk melakukan persiapan event Festival Kampoeng Dolanan dan pada bulan September untuk mencari Kampoeng Dolanan Batch 3. Dari semua pendaftar terkumpul pula sekitar 150 pendaftar.

Antusiasme terkait kerelawanan di Surabaya khususnya tentang geliat untuk melestarikan permainan tradisional cukuplah tinggi. Terbukti dari ratusan orang yang ingin bergabung dengan kampoeng dolanan untuk melestarikan permainan tradisional di era modern ini. Salut dan bangga pada semangat anak-anak muda Surabaya dalam hal melestarikan permainan tradisional.

 

Perkembangan Program

Sejak mengawali program ditahun 2017 yang dilaksanakan diluar kampoeng bersama para relawan, programnya hanya 2 saja yakni Ayo Rek Dolanan (ARD) yang dilaksanakan setiap hari Minggu di Car Free Day (CFD) Tunjungan dan Sekolah Dolanan yang dilaksanakan setiap rabu malam di kampoeng dolanan. Semakin bertambahnya SDM di setiap waktu, maka program tersebut juga bertambah. Mulai muncul sebuah program yang namanya Kampoeng Dolanan Roadshow yang didalamnya terdapat sambang kampoeng, sambang sekolah, sambang dalan, sambang event dan sambang komunitas.

Selain itu juga yang awalnya sekolah dolanan kemudian berubah nama menjadi Semesta Belajar dan menerapkan ekosistem pendidikan bermasyarakat dimana masyarakat sejatinya menjadi guru bagi kita semua. Pada program ini mulai menerapkan prinsip dasar dari Ki Hajar Dewantara yang menerapkan setiap orang adalah guru, setiap waktu adalah belajar dan alam raya adalah sekolahnya.

Tidak hanya dua program tersebut, kampoeng dolanan juga mempunyai program berbasis masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan UKM bernama Berdaya Craft (untuk kerajinan tangan daur ulang), Sinomer Buk Pah (minuman tradisional sinom) dan The Dakon’s Catering (melayani pemesanan makanan dan minuman).

Untuk sebuah finansial mandiri sebuah komunitas, maka kampoeng dolanan juga mendirikan Outbound Wodowo yang melayani jasa outbound dengan mengangkat permainan tradisional sebagai value propositionnya. Mengangkat sebuah kreativitas melalui bekel craft, menjadikan barang-barang daur ulang bisa dibuat sebagai permainan tradisional.

Sejak tahun 2017, mulai melayani penjualan permainan tradisional dengan konsep bisnis sosial. Jadi, kondisi sekarang ternyata para pedagang konvensional permainan tradisional ini tidak ada yang mengangkat permainan tradisional ke ranah digital. Maka, kampoeng dolanan mengambil langkah ini agar perekonomian pedagang permainan tradisional bisa terangkat.

Kedepan mudah-mudahan bisa menerapkan pemberdayaan masyarakat khususnya para pengrajin permainan tradisional agar bisa mengangkat perekonomiannya mereka dan permainan tradisional menjadi sebuah trend baru yang dimainkan di era teknologi.