Kelereng Research Study

Permainan tradisional pernah berjaya pada masa keemasan di tahun 70-90. Bahkan ada yang nyebut generasi 90 adalah puncak-puncaknya permainan tradisional menjadi mahkotanya. Saat masa-masa emas tak banyak yang mencatatkannya sebagai media pembelajaran. Bahkan mencatat dan mendatabasekan pun tidaklah banyak yang melakukannya. Sehingga tak salah jika permainan tradisional menjai putus generasi karena minim yang mengedukasi dan minim literatur terkait permainan tradisional.

Minimnya literatur tentang permainan tradisional menjadi alasan kuat kampoeng dolanan untuk membuat lembaga riset dan penelitian. Menangani khusus di bidang permainan tradisional yang bisa dikorelasikan berdasarkan disiplin ilmu banyak hal. Misalnya illmu komunikasi bagaimana cara berkomunikasi melalui permainan tradisional. Kedokteran, bagaimana dengan pendekatan kesehatan melalui permainan. PGSD, membuat permainan edukatif untuk anak-anak sekolah dan lain sebagainya.

Lembaga riset tersebut diberi nama Kelereng Research Study (KRS). Ada beberapa hal yang dilakukan oleh KRS yakni sebagai berikut :

  1. Membuat penelitian mandiri dengan peneliti dari internal KRS
  2. Menjadi mitra riset bagi siapapun untuk mengerjakan penelitian secara bersama-sama
  3. Menjadi konsultan penelitian dalam konteks permainan
  4. Mendatabasekan permainan tradisional baik dari Indonesia maupun Mancanegara

Empat hal ini yang akan dilakukan oleh KRS dalam menjalankan penelitian.

 

Best Regards,
Kelereng Research Study (KRS)