Matahari mulai tenggelam namun cahayanya masih menyinari bumi. Sebuah kode alam yang rutin dilakukan oleh anak-anak ketika matahari mulai terbenam adalah bermain. Kampoeng Dolanan meluncurkan program yang bernama main sore. Sebuah aktivitas yang kini mulai menghilang atau meredup secara perlahan karena alasan banyak hal.

Sore hari sebetulnya menjadi harinya anak-anak, hari dimana mereka menyalurkan energi yang berlebih. Anak-anak pasti mempunyai energi yang berlebih yang perlu disalurkan. Di masa pandemi ini membuat anak-anak jenuh. Jenuh untuk terus beraktivitas di rumah saja dan jenuh untuk memandangi gadget secara terus-terusan. Paparan gadget pun tak baik untuk anak-anak.

Bahkan ada juga kejadian anak-anak keluar malam-malam untuk diantarkan ke sekolahnya. Saking rindunya untuk beraktivitas di luar dan menyalurkan energinya untuk sekedar jalan-jalan menuju tempat sekolahnya. Ini menandakan bahwa tidak ada tempat untuk merek bermain dengan puas, menyalurkan energinya tidak secara total dan mereka membutuhkan itu semua.

Adanya pandemi, membuat kehidupan menjadi baru sehingga muncullah isitilah new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). Kampoeng dolanan, mengusulkan kepada masyarakat untuk tetap mengajak anak-anak bermain. Melihat waktunya, yang memungkinkan adalah di sore hari. Peluang ini menjadi sebuah program untuk dilakukan secara bersama-sama.

Seperti yang dilakukan kampoeng dolanan di kampung engkle. Sebuah kampung yang dibuat oleh kampoeng dolanan dari tahun 2019 lalu. Membuat kampung ini bergambar engkle sebanyak 9 yang terdiri dari engkle indonesia, engkle korea, engkle prancis, engkle eropa. Nah, di sore hari mengajak anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Hingga saat ini mempunyai program main sore setiap kamis. Energi lebih tersalurkan, mereka pun bahagia.