Surabaya, Saat hari minggu ketika wabah COVID-19 ramai di permukaan kota Surabaya. Tepat di hari pertama menyampaikan surat edaran dari kemendikbud untuk meniadakan aktivitas apapun di areal perkampusan yang mengundang orang, acara ini diadakan. Sudah disiapkan sebelumnya. Hanya modal keyakinan bahwa semua orang yang ada di forum tersebut terbebas dari wabah COVID-19.

Diskusi dihadiri oleh Kommun Surabaya, Kommun Nasional, Kelereng Research Study (KRS) dan Kampoeng Dolanan. Obrolan dimulai dengan topik capacity building yang diisi oleh Cak Mus dari Kampoeng Dolanan. Para anggota dari kommun diarahkan untuk menulis tentang potensi kekuatan, potensi kelemahan dan apa yang ingin diperbaiki. Tidak berhenti disitu. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai tiga pertanyaan yakni :

  1. Apa yang ingin kamu pelajari di lembaga/komunitas tersebut ?
  2. Apa yang ingin kamu lakukan di lembaga/komunitas tersebut ?
  3. Apa yang ingin kamu dapatkan dari lembaga/komunitas tersebut ?

Tiga pertanyaan yang ketika digali akan menjadikan kekuatan besar bagi lembaga/komunitas tersebut. Mereka akan bergerak berdasarkan kesadarannya sendiri. Hal ini juga diterapkan di kampoeng dolanan. Maka, perlu ditularkan ke yang lain agar bisa menjadi gerakan yang sama dengan potensi yang berbeda dari masing-masing lembaga/komunitas tersebut.

Diskusi capacity building berlangsung selama 2,5 jam lalu bergantilah topik diskusinya tentang nuklir. Bagaimana stigma masyarakat tentang nuklir? apa yang diketahui tentang nuklir? dan bagaiana jika Indonesia menerapkan teknologi nuklir? Diskusinya dibikin sangat mengalir sekali. Perbincangan dimulai dari data yang didapatkan oleh teman-teman dari kommun bahwa masih banyak orang yang mempunyai pandangan negatif tentang nuklir. Mereka beranggapan bahwa nuklir itu bom, perang dunia dan hal-hal negatif lainnya.

Teknologi nuklir itu bisa dimanfaatkan ke banyak bidang. Bahkan teknologi nuklir itu ada di sekeliling kita. Mungkin yang begitu terasa adalah di bidang kesehatan. Teknologi tersebut namanya Pemeriksaan X-Ray atau Rontgen. Orang hanya tahu kalau Rontgen itu teknologi tapi tidak mengetahui bahwa rontgen menggunakan teknologi nuklir.

Selain itu juga ada semur daging ayam yang bisa bertahan selama 1-2 tahun. Bagaimana bisa semur daging ayam yang biasanya hanya bertahan pada usia 3-4 hari tapi kok ini disampaikan bertahan 1-2 tahun? Solusinya adalah teknologi nuklir. Gen bakteri pada semur daging dimatikan dengan menggunakan sinar radiasi gamma. Lagi-lagi, ini teknologi nuklir.

Teknologi nuklir bisa dimanfaatkan pada banyak bidang. Diantaranya yaitu industri, teknologi pangan, kesehatan, pertanian dan perkebunan. Maka jika yang terbahas nuklir itu hanyalah bom. Kamu salah. Banyak manfaat positif nuklir di berbagai bidang yang belum kamu ketahui. Bisa dikatakan bahwa nuklir adalah teknologi masa depan. Melalui Kelereng Research Study (KRS) akan mencoba untuk melakukan sosialisasi tentang manfaat positif teknologi nuklir melalui sebuah permainan. Dengan menggunakan permainan, harapannya kita semua akan teredukasi dengan cara bermain tapi berilmu. (sam)