KDnews, Menjadi jembatan antar institusi pendidikan untuk pengembangan pendidikan di bidang dunia kreatif sangatlah menyenangkan. Kemarin (24/7), kampoeng dolanan mempertemukan SDN Simokerto V/138 Surabaya dengan kampus dari Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (ISTTS). Banyak hal yang kami diskusikan berkaitan dengan karya anak-anak SD ini akan dikreasikan oleh mahasiswa dan pengembangan dunia kreatif dari para dosen dan atau mahasiswa untuk diajarkan kepada guru-guru SD.

SDN Simokerto V ini mempunyai materi kreativitas yang diajarkan kepada anak-anak berupa batik, anyaman dari rotan dan eceng gondok. Tiga karya ini yang akan dikolaborasikan dengan kampus ISTTS. Para dosen dari program studi Desain Produk ini pengampu mata kuliah Toys, Sustainable Design dan Materials yang akan mengorelasikan dengan kebutuhan SD. Hmm, rasanya akan menarik. Tinggal lihat perkembangan yang berjalan kedepannya nanti.

Output dari kerjasama ini adalah berupa gelar karya kolaborasi antara mahasiswa/dosen dengan siswa dan atau guru. Dalam waktu dekat ini akan direncanakan ada gelar karya yang asli dari adik-adik SD untuk dipamerkan di salah satu mall Surabaya. Sekaligus sebagai sosialisasi bahwa kolaborasi antar institusi pendidikan itu sangat bisa terjadi. Bahkan di ranah SD dengan Kampus. Biasanya, kebutuhan kampus adalah “promosi” kepada calon mahasiswa yakni anak-anak SMA tapi ini memilih SD untuk pengembangan dunia kreativitas anak-anak.

Bu Titi, Kepala SDN Simokerto V mengucapkan kebahagiaan atas kerjasama kolaborasi dalam dunia kreatif terhadap anak didiknya. “Saya senang dengan kehadiran dan kerjasama bapak/ibu dosen”, ungkap bu titi. Senada dengan bu titi, “Saya senang juga atas respon positif dari SD (SDN Simokerto V) ini bu”, balas bu agatha, dosen ISTTS. Kampoeng Dolanan yang menjadi jembatan antar institusi pendidikan juga merespon positif, bahkan untuk pemilihan SD bersumber dari Kampoeng Dolanan. “SDN Simokerto V ini merupakan sekolah yang dekat dengan basecampnya kampoeng dolanan, harapannya nanti bisa saling diintegrasikan” tutup Mustofa Sam.