KD News, Suasana kedung asem gang 10 nampaknya menjadi suasana yang berbeda hari selasa (7/5) waktu itu, berkumpulnya anak-anak dan keinginan mereka belajar hal baru tentang sebuah materi wawasan kebangsaan. Aih, nampaknya ini tinggi sekali penggunaan katanya. Tenang, hanya pada ranah orang dewasa saja penggunaan kata tersebut. Pun jika tersampaikan pada mereka juga akan dijelaskan dengan bahasa yang sederhana.

Sebanyak 30 anak sudah berkumpul di rumah yang memang terbiasa digunakan untuk berkumpulnya anak-anak, mulai dari SD hingga SMP mereka berkumpul jadi satu di sebuah lokasi yang sama. Yakni, kedung asem gang 10 no. 2. Terlihat rona kebahagiaan yang mereka tunjukkan ketika hadirnya kampoeng dolanan dengan membawa berbagai macam permainan tradisionalnya.

Eits, katanya wawasan kebangsaan tapi kok permainan tradisional? Yap, inilah wawasan kebangsaan tentang permainan tradisional nusantara. Mulai dari egrang bambu, egrang tali bamboo (modifikasi dari egrang batok kelapa), dakon dengan wawasan dunia, bekel dengan sejarahnya, lompat tali dengan berbagai macam jenis permainannya, engkle dengan beragam bentuk dan nama yang berbeda-beda di setiap daerah dan masih banyak cerita lain yang tersampaikan dan teredukasikan kepada mereka.

Wawasan kebangsaan memang beragam sekali, mulai dari kebudayaan daerah seperti seni tari, pakaian adat, asal muasal daerah dan lain sebagainya. Namun, permainan tradisional ini juga termasuk salah satu konten yang terdapat di dalam satu bagian dari wawasan kebangsaan.

Program ini bekerjasama juga dengan teman-teman mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Jurusan Teknik Elektro Industri pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Venda Kusuma Apsari, selaku ketua kelompok menuturkan “permainan tradisional mungkin jarang dikenali padahal dulu kita sering bermain. Sekarang saatnya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak”. Jelas venda, ketika melakukan observasi di basecamp kampeong dolanan yang berlokasi di Jalan Kenjeran IV-C, Kec. Simokerto.

Amelia, salah satu anak yang sedang bermain permainan tradisional yang disiapkan kampoeng dolanan juga merasa senang dengan permainan tersebut. “Senang, walau puasaan tapi tetap semangat bermain” kebahagian mereka saat bermain adalah hak yang harus mereka dapatkan karena hak anak adalah bermain.