Di era pandemi membuat kami berfikir tentang aktivitas anak-anak yang kini mulai ramai dalam penggunaan gadget. Nyaris minim sekali waktu untuk bermain yang interaktif secara langsung. Menggerakkan anggota badan mulai dari kepala, tangan, pinggang hingga kaki juga menjadi aktivitas yang jarang sekali dilakukan.

Hal ini lah menjadi kecemasan kami, apalagi waktunya cukup lama. Hingga bulan september ini tercatat sudah lebih dari 6 bulan seluruh lapisan masyarakat memanfaatkan gadget sebagai media ampuh untuk adaptasi kebiasaan baru. Bagaimana dengan tumbuh kembang anak di era pandemi ini ? secara otomatis, mereka mempunyai energi berlebih yang perlu disalurkan.

Maka jika hanya menggunakan gadget terus-terusan setiap hari, organ-organ tubuh yang lain akhirnya jarang dipakai sehingga akan menjadi kaku atau mati karena tidak sering digerakkan. Mungkin bahasanya anak sekarang adalah males gerak atau kaum rebahan.

Akhirnya kami membuat program yang bernama Senyuman Pedagang. Program ini membeli produk dari para pedagang konvensional lalu diberikan langsung kepada anak-anak melalui komunitas ataupun personal yang mempunyai kepedulian terhadap anak-anak. Seperti yang kami lakukan untuk bu silvi, seorang guru kesenian (menggambar) yang mengadakan les gambar gratis di rumahnya.

Rumahnya sudah didedikasikan untuk anak-anak belajar gambar. Bu Silvi juga mendedikasikan dirinya untuk mengajar tanpa dibayar. “Satu-satunya cara beribadah, yang bisa saya lakukan ya memberi les gratis kepada mereka” ucap bu silvi. Namun, saat pandemi rumahnya di sterilkan dari aktivitas tersebut. Alhasil anak-anak juga bingung beraktivitas apa. Beberapa waktu lalu, bu silvi menghubungi kami untuk membeli permainan tradisional berdasarkan kebutuhannya.

Inilah yang menurut kami layak untuk mendapatkan permainan, maka saat membeli permainan di kampoeng dolanan via dolipstore. Kami juga memberikan lebihan permainan berupa kelereng, keke’an (Gasing Surabaya), bola bekel, tekotek dan yoyo. Beliau membeli tekotek, yoyo dan egrang bambu. Alhamdulillah, saat kami datang. Mereka langsung bermain dengan permainan yang kami bawa dan kami berikan untuk bu silvi. (cm/kd)